Seiring dengan perkembangan jaman dan globalisasi, kebutuhan tenaga kesehatan terutama di bidang gizi yang meningkat baik kuantitas maupun kualitas menjadi keniscayaan. Dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing, Prodi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta terus berupaya melakukan perintisan Program Profesi Gizi yang lulusanya diharapkan memiliki pengetahuan dan skill  lebih mendalam.

Pada 9-14 Juni 2017 lalu, UMS telah mengirimkan 6 tenaga pendidik pada “Pelatihan Pelayanan Gizi Komprehensif untuk Pemenuhan Kompetensi Registered Dietisien (RD) bagi Calon Pendidik Prodi Dietisien” yang menjadi salah satu syarat pendirian program profesi gizi. Diikuti oleh 12 institusi perguruan tinggi gizi di Indonesia yang akan mengembangkan program profesi gizi, pelatihan yang bertempat di Jakarta ini diselenggarakan oleh 3 organisasi profesi yaitu DPP Persagi (Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia); AIPGI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia) dan AIPVOGI (Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Gizi Indonesia).

Pelatihan ini membahas mengenai skill ahli gizi di tiga bidang yaitu masyarakat, klinis dan institusi yang ditutup dengan kunjungan lapang di RS Cipto Mangunkusumo. Hasil pelatihan tersebut akan dilanjutkan sebagai RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk memperoleh pengakuan kesetaraan level KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) tertentu untuk profesi dosen oleh Dikti. Endang Nur Widiyaningsih, SST, MSi. Med, Kaprodi Ilmu Gizi UMS, mengharapkan proses pendirian Program Profesi Gizi ini dapat berjalan lancar dan segera mengingat kebutuhan profesi gizi yang mendesak di lapangan. LRR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.